Mona membetulkan kacamatanya dengan jari-jarinya. Gadis itu sudah banyak mengeluarkan keringat dingin. Hawa di ruangan tertutup itu begitu tak nyaman baginya. Dia ingin segera keluar dan dia harus keluar mencari udara segar. 'Aku keluar dulu deh,' pikirnya. Mona segera beranjak dari tempat duduk dan meminta izin pada salah satu rekan kerja dari kantor lain. Setelah mendapatkan izin, gadis itu segera keluar dari ruangan VIP yang membuatnya tak nyaman. "Hahhh. Lega," desahnya tatkala sudah berada di luar hotel yang menampakkan langit senja. Kedua kaki Mona sudah tak dapat menopang tubuhnya lagi. Gadis itu pun duduk pada sebuah kursi yang ada di luar tempat parkir. Dirinya duduk bersandar dengan kepala mulai berkunang-kunang. Mona menilik arlojinya. "Mas Arsen masih lama nggak, ya? Kalau

