Arsen tiba-tiba bangkit setelah beberapa detik terdiam. Hal ini mengejutkan Mona. Pria itu kembali berjalan mendekati sang sekretaris lalu menindih tubuhnya. Mona yang tak sempat menghindar, kini berhasil menjadi tahanan sang atasan. "Mas Arsen!" Pria yang dipanggil hanya menatapnya dengan penuh gairah. Sebuah seringaian pun muncul diikuti ide dari kepalanya. "Sayang, setelah aku pikir-pikir, kamu itu pacarku. Dan kalau kamu tahu tentang sifat asliku, kenapa kamu malah tidak menghindar? Kenapa malah menerimaku sebagai pacarmu? Hal ini menunjukkan bahwa kamu sama me.sumnya denganku," ucap pria itu dengan intonasi rendah tapi mampu membuat Mona merinding. Tatapan mata Arsen benar-benar berbeda dengan biasanya. Baru kali ini pria itu menunjukkan tatapan mata yang penuh gairah. "Kamu salah

