Mona melipat kedua tangannya di depan da.da. Dia sudah tahu perasaan sang atasan. Namun, tak mungkin dirinya bilang kalau Arsen adalah pria me.sum yang menyukai kemolekan tubuhnya serta terobsesi padanya. Meski ia senang karena perasaan mereka berdua sama. "Mas Bayu jangan tanya gitu dong!" sungut Mona sembari mengerucutkan bibirnya. Bayu merasakan hatinya sakit saat melihat rona merah pada kedua pipi adik sepupunya itu. "Aku hanya ingin kamu bahagia, Mon. Gimana kalau cinta pertamamu itu nggak memiliki perasaan yang sama denganmu? Dan gimana kalau dia tahu kalau kamu punya kekuatan ini?" tanya Bayu menatap lurus sang adik sepupu. Mona mendesah pelan. "Iya juga. Aku juga memikirkan hal yang sama. Aku takut jika Pak Arsen menjauhiku setelah tahu kekuatanku ini." Bayu mengusap lembut pu

