Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Malam bulan purnama. Malam di mana mereka percaya seluruh makhluk itu akan musnah.
Berita ini sudah tersebar ke seluruh Camp pengungsian. Meski sebenarnya biang dari kekacauan belum musnah setidaknya pasukan pasukannya yang mengerikan bisa dienyahkan terlebih dahulu.
The Rescue paling bersemangat, mereka ingin segera menuju istana Raja, tempat di mana diduga Chandra berada saat ini. Tempat yang paling banyak dan paling ketat penjagaannya.
Namun seluruh pasukan penjagaan itu akan berakhir hari ini saat bulan purnama.
Bersamaan dengan itu, The Rescue akan melancarkan aksinya mengambil potongan naskah di laboratorium.
Sesekali prajurit melawan salah satu cerberus atau ahool yang berusaha menembus perlindungan menuju camp pengungsian.
Anak anak dari dunia bawah tanah ini teramat bersemangat, pasalnya Chandra yang sudah menjadi idola di kalangan mereka akan kembali.
Menunggu malam tiba, The Rescue membantu penduduk membuka lahan baru di Camp pengungsian. Para penduduk memiliki keahlian bercocok tanam, dari sanalah mereka makan.
Ingin sekali mereka berburu, akan tetapi jalur menuju hutan adalah jalur daerah kekuasaan Empusa.
Sehingga hanya bisa makan binatang ternak seadanya. Penduduk Dunia Bawah Tanah itu sebenarnya bukanlah orang yang lemah. Dengan postur tubuh yang memadai mereka mampu mengalahkan ahool dan juga cerberus bahkan dengan tangan kosong.
Kendati begitu, empusa bukanlah tandingannya. Empusa tetap akan musnah dengan darah dan keturunan Natakusuma.
Sayangnya, ada hal yang mereka tidak ketahui. Empusa selain akan hancur dengan darah Natakusuma, dia juga akan menjadi kuat karenanya.
Seperti penculikan Chandra, bukan tanpa alasan empusa yang cantik dengan rambut biru berkobar itu membawa Chandra.
Empusa sudah haus, malam bulan purnama adalah malam di mana dia bisa menghisap darah Chandra hingga habis. Dengan begitu kekuatannya akan bertambah.
Chandra yang mendengar itu sudah pasrah, namun tidak hanya pasrah begitu saja. Dia tetap mencari cara bagaimana bisa kabur dari istana raja yang udaranya lembab dan dindingnya berlumut.
Di Camp Pengungsian, Nitisara, The Rescue dan Prajurit sedang menyusun skenario bagaimana caranya mengumpulakan ahool dalam satu tempat atau setidaknya membuat mereka bisa terkena sinar bulan purnama tengah malam nanti.
Rasanya kemenangan sudah di depan mata, tanpa mereka sadari siapa lawan mereka yang sebenarnya.
Empusa tidak sebodoh itu, Empusa adalah makhluk cerdas yang menegendalikan ahool serta Cerberus.
***
Empusa itu makhluk licik dan cerdas. Melalui cermin yang keperakan empusa mampu melihat seluruh isi kota tak terkecuali camp pengungsian meski di samar samar karena mantra Bolo yang kian hari kian pudar.
Hanya saja, dia tidak mampu membaca pikiran serta mendengar seluruh percakapan.
Empusa membaca gerakan musuh dari tindakan. Melihat gelagat mereka sejak awal Empusa meyakini bahwa penduduk dan prajurit mengandalkan tamu mereka untuk menghancurkan seluruh ahool dengan menggunakan bulan purnama.
Jelas semua sudah terbaca. Empusa hanya bisa tertawa dengan suara lengkingan yang membuat Chandra merinding.
"Gue pengen kencing, anjiing, lepasin!" Empusa tersenyum mengelilingi tempat di mana Chandra kini terikat.
Jika di dunianya Chandra akan terpikat dengan kecantikan empusa.
Perempuan hasil rekayasa genetik yang dibuat oleh sang Kakek itu kini mengelilingi Chandra.
Berusaha merayu Chandra dengan gerakan yang tentu saja membangkitkan sesuatu. Chandra mengumpat mengapa hal ini harus terjadi sekarang di saat dia sedang berencana untuk lari dari istana Raja.
Empusa, membelai pipi Chandra dengan jari jemarinya yang panjang dan mulus. Gerakannya laksana w*************a dengan gerakan badan yang meliuk liuk bak penari di atas sebuah panggung pertunjukan.
Lelaki yang sedang dibakar gairah itu semakin terbakar, manakala memejamkan mata dia merasa sedang berada di langit ke tujuh, menari dengan pujaan hati menapaki tangga demi tangga kenikmatan yang direguk sekaligus.
Chandra adalah lelaki dewasa yang sudah mengerti, Chandra kini melayang, melambung, meski tangan yang kini terikat tidak mampu membuatnya untuk menyentuh diri sendiri.
Empusa terus merayu tanpa menyentuh, dia hanya mencoba membiasakan Chandra agar nanti ketika purnama tiba dirinya bisa melancarkan aksi membuat keturunan Natakusuma ini terlelap dalam nikmat dan dia akan menghisap seluruh darahnya hingga habis.
Chandra mengeluarkan suara memalukan, mengundang senyum sinis Empusa yang terus bergerak dalam tarian.
Empusa mengelilingi Chandra, memberi lelaki itu sentuhan sentuhan yang tidak pantas untuk dia terima.
Ketika hampir terbang semakin jauh, Chandra menyadari jika ini adalah tipu muslihat. Chandra berusaha meredam perasaan yang sekarang menguasai seluruh tubuhnya.
Dia pejamkan mata, untuk mengalihkan perasaannya lelaki itu membayangkan banyak hal. Mengenang perjalanan melelahkan bersama kawan kawannya.
Mengingat bagaimana Andraga melawan ular berbisa dan banyak hal lain yang lelaki itu bayangkan demi membuat pikirannya jauh jauh dari hal kotor.
Melihat itu empusa sedikit marah, tetapi tidak kehabisan akal. Dia kini berani menggerayangi Chandra, mengantarkan getaran getaran yang meronta minta dituntaskan.
Penglihatannya mengabur, mata lelaki itu terpejam, dan angannya kini tak bisa berpaling dari rasa itu. Hal yang seharusnya dia rasakan di tempat terkutuk ini.
Namun, kali ini Chandra harus kalah, dia berteriak kala segala kekang yang dia kendalikan runtuh.
Empusa tertawa dengan lengkikan mengerikan. Dia bisa membuat lelaki ini mereguk nikmat kemudian terlelap.
Kemudian pada saat terlelap inilah Empusa akan mengobati dahaganya. Minum daraah Natakusuma hingga habis, kemudian kekuatannya akan bertambah berkali kali lipat dan dia akan menguasai Negeri Bawah Tanah dengan kekuasaan dan di bawah kendalinya.
"Tidurlah anak muda, nikmati hal yang aku beri, karena nanti, ketika ini terjadi lagi itu akan jadi hal yang terakhir. Kamu akan tidur dan tidak akan pernah terbangun lagi."
Empusa melihat ke dalam cermin. Mengamati pergerakan demi pergerakan The Rescue dan Prajurit. Mereka memancing Ahool ke tengah lahan kosong.
Empusa berusaha mengirimkan segenap kekuatan agar aksinya malam ini tidak akan pernah ada yang mengganggu.
Dia sudah haus, apa yang akan menjadi sumber kekuatannya kini di depan mata, tinggal menunggu beberapa jam lagi saat bulan kemerahan akan segera muncul dan menerangi seluruh Negeri Bawah Tanah.
Ketika purnama begitu dinanti, ketika Purnama menjadi salah satu upaya terakhir.
Pasukan negeri bawah tanah yang ingin menghancurkan makhluk makluk mengerikan itu dan Empusa yang hendak menambah kekuatannya.
Sayangnya semesta sedang ingin bermain main dengan mereka. Tanpa diundang angin kencang terus berembus sore itu, mengundang gumpalan gumpalan awan hitam untuk menghalangi langit berbintang yang sedang menyambut datangnya purnama.
Badai tiba, selain angin kencang awan awan hitam itu menghasilkan tetes air yang mengamuk.
Membuat mereka yang menaruh harapan tinggi pada akhirnya harus kecewa.
Empusa menjerit histeris, apa yang dia nantikan sejak lama harus ditunda satu periode lagi, hingga purnama berikutnya tiba.
Begitu juga dengan penduduk dan pasukan negeri bawah tanah. Kehancuran yang sudah mereka ramalkan akan terjadi hari ini, pada akhirnya harus tertunda kembali.
Mereka gagal membuat ahool dan cerberus hancur.
Dengan tenaga yang tersisa prajurit dan The Rescue akhirnya mundur. Mereka memilih kembali untuk berlindung di camp pengungsian, dan menrencanakan skenario lanjutan agar negeri ini bisa damai dan tentram.
Yang terpenting bagi mereka, bisa pulang dan kembali berkumpul bersama keluarga.