Pertarungan Sengit

1779 Words

“Aaaaah, haus!” keluh Alana, perempuan itu berteriak kemudian berjalan menyusuri jalan menuju bivak yang mereka buat alakadarnya. Ada satu wadah air yang ditampung dan dibawa prajurit untuk persediaan. Sandrina dan yang lainnya sedang berusaha membuat pembatas jalan dan area terbuka untuk melindungi mereka dari binatang liar dan juga musuh yang mungkin saja bisa datang tak terduga. Beruntung, meskipun mereka tinggal jauh dari pemukiman dan berada di sisi hutan yang terbengkalai lama, tetapi untuk mencari bahan makanan tidaklah sulit. Alana selonjoran, karena dia sudah menjadi bagian dari tim dan membantu sebisanya rasa lelah karena teriknya matahari membuat dahaga menyerang. Dilihatnya aktivitas yang sama sekali belum berhenti sambil sesekali melihat ke arah di mana Alvian dan juga Wiray

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD