Cemburu

1220 Words

Angin kencang menemani perjalanan mereka. Dua prajurit bersiaga di depan dan belakangnya. Untuk pertama kali sepanjang perjalanan di dunia yang membingungkan itu mereka melangkah dengan ringan. Alvian menyusuri medan yang berat seperti berjalan di taman bermain. Ditemani senandung yang kian lama kian enak didengar. “Lo happy amat, Al,” komentar Alana. Meski tidak dipungkiri perempuan itu pun sebahagia Alvian. “Lo gak tahu perjuangan gue untuk dapetin itu. Perjalanan mengerikan mulanya berempat, trus jadi berdua, trus gue gak ingat apa-apa dan ketika bangun udah ada di dasar jurang. Gak bisa gerakin kaki dan tangan. Pas hujan besar, lo lagi apa?” tanya Alvian. “Kami di bivak. Kedinginan sambil liat tetes hujan dan angin. Gila serem amat sampe bunyi, wuuusss wussss,” Alana menjelaskan apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD