Pria muda yang tengah cemburu itu memilih menyingkir dan menjauh dari sana. Padahal Alana sangat berharap dirinya ditolong dan disambut oleh Chandra. Dia sedikit kecewa, marah juga. Benar, seharusnya Chanda tidak bersikap kekanak-kanakan. “Sudah abaikan saja gue,” sindir Alana. “Kalian lanjutkan saja rencananya jangan ditunggu agar semua cepat selesai.” “Lo gak apa-apa, kan?” tanya Alvian. Alana menggeleng kecewa. “Gak apa-apa, makasih banget udah nolongin gue, gak tau apa jadinya kalo gak ada lo.” Perempuan itu melirik Chandra sekilas. Chandra diam. Dia sadar Alana sedang menyindirnya. Ada rasa sesal juga setelah melihat semua orang mengabaikannya dan lebih memilih untuk buru-buru mengikuti Sandrina. Kesibukan menandakan semua sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk menggali. “

