Semua pondok sudah ditelusuri, tetapi kosong, Alvian dan Wirayudha tidak ada di sana. Alana hampir putus asa, tetapi perasaan putus asa itu sedikit terlupakan kala salah satu prajurit membawakannya baju ganti dan juga makanan. Sesuatu yang berharga untuk saat ini, Alana membersihkan diri lalu makan sebanyak dia bisa. “Holo tidak pernah sampai ke pondok,” ungkap Sandrina. “Artinya apa?” tanya Alana dengan mulut penuh dengan makanan. “Mungkin mereka bertemu dengan bahaya atau kesulitan mencapai pondok prajurit mengingat musuh sudah semakin menyebar di setiap penjuru. Jika saja tidak ada perisai pelindung di pondok ini, mungkin mereka sudah sampai sini.” Alana terus mengunyah makanannya, tetapi pikirannya menerawang jauh sampai memikirkan hal yang tidak semestinya, bagaimana jika Alvian

