Sandrina menggiring cerberus sampai semuanya berada di satu tempat, tidak mudah memang. Mereka semua bukanlah makhluk hidup yang bisa diatur dan diperintah seperti anjing Ras. “Lo yakin, Wir?” Alvian terus bertanya, bukan meragukan apa yang akan dilakukan oleh lelaki itu, melainkan ragu dengan fungsi sesungguhnya kapsul menari. “Lebih dari yakin, tolong pindahkan tandu kami,” pinta Wira. Dua prajurit tergesa memindahkan Wira dan Alvian ke tepian. Cerberus berukuran paling besar dengan gigi-gigi tajam di tiga kepalanya berhasil dibantingkan pleh salah satu prajutit, tubuhnya menimpa cerberus lainnya. Sandrina mundur diikuti prajuritnya. “Tolong lemparkan ini, pastikan kena tanah,” ujar Wira. Tangan Sandrina gemetar kala menerima menerima kapsul berwarna keemasan, dia maju dua langkah

