TRB 14

1734 Words

Shirley tidak bisa membendung air matanya ketika suara seseorang yang sangat dirindukannya terdengar di seberang sana melalui saluran telepon. Dia tidak peduli jika Alma mendengar raung tangisannya. Andai orang yang sedang menghubunginya kini berdiri di hadapannya, sudah pasti dia akan memeluknya sangat erat. Bahkan, enggan untuk melepas pelukannya. Hampir setengah jam berbicara di telepon, Shirley lebih banyak mendengarkan lawan bicaranya sambil berlinang air mata karena rasa rindunya yang membuncah mengisi rongga dadanya. Untuk beberapa saat rasa takut dan khawatirnya telah menyingkir dari pikirannya karena orang yang sangat dinanti kehadirannya menghubunginya. Dia sangat berharap orang tersebut segera datang menjemputnya dan membawanya ke tempat yang benar-benar aman, meski hal tersebu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD