TRB 15

1779 Words

Melihat posisi tidur Sherly membuat rasa iba sedikit hadir di relung hati Louis. Sherly kembali tidur seperti saat sore tadi, berbaring menyamping sambil menekuk kedua lututnya. Louis tidak melanjutkan tujuannya yang ingin membaringkan tubuh, melainkan kembali keluar kamar. Dia ingin ke dapur mengambil sesuatu guna mempraktikkan informasi yang tadi dibacanya di sebuah situs internet. Siapa tahu saja informasi tersebut benar, sehingga membantu Sherly meringankan nyeri yang tengah dirasakannya. Dia bersedia membantu Sherly bukan semata-mata karena perasaan iba, melainkan agar ke depannya dirinya tidak direpotkan. Apalagi saat ini ada sang papa yang tinggal bersama mereka, dan pasti memerhatikan interaksi sekaligus sikapnya terhadap Sherly. “Selamat malam, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD