Sherly mengerutkan kening sambil menatap Louis yang masih asyik bergelung hangat di bawah selimut, padahal saat ini sudah jam setengah delapan pagi. Selama tinggal bersama, tidak biasanya Louis bangun di atas jam tujuh pagi. Bahkan, bangun di atas jam enam pagi pun Louis sangat jarang. Tidak melihat tanda-tanda Louis akan membuka mata, Sherly pun melangkah menghampiri laki-laki tersebut. Dengan ragu Sherly mengarahkan tangannya pada kening Louis. Dia hanya ingin memastikan bahwa keadaan Louis baik-baik saja. “Tidak panas,” Sherly bergumam sambil menyentuh kening Louis dan merasakan suhunya biasa saja. “Sudah cukup? Atau kau ingin memeriksa bagian tubuhku yang lain supaya lebih meyakinkan?” Louis bertanya tanpa membuka matanya setelah tangan Sherly menjauh dari keningnya. Sherly terkejut

