TRB 24

1858 Words

Kemarahan yang tadinya memenuhi kepala Louis hingga ke ubun-ubunnya, lambat laun menguap tanpa sisa setelah melihat ekspresi menyerah pada wajah Sherly. Selama hidup bersama baru kali ini dia melihat tatapan mata dan ekspresi Sherly seperti yang ditunjukkannya sekarang. Dia menyugar rambutnya dengan kasar dan mengembuskan napasnya berulang kali. Dia sedikit menyesali perkataannya tadi. Karena reaksi Sherly atas kejadian kemarin malam cukup melenceng dari dugaannya, makanya Louis sengaja berkata seperti tadi, semata-mata tujuannya untuk memprovokasi perempuan tersebut. Perempuan lain di luar sana mungkin akan menangis dan meratapi nasib seharian setelah mengetahui bahwa selaput daranya sudah dikoyak oleh laki-laki yang tidak dicintai atau diinginkannya. Namun, hal yang diduganya seperti it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD