Sherly spontan meringis karena denyutan nyeri sekaligus rasa ngilu menghantamnya saat ingin mengubah posisi tidurnya, terutama di bagian paha dalamnya. Akibat kedua rasa yang menyengat tersebut, dia pun mengurungkan keinginannya untuk mengubah posisi berbaringnya. Matanya terbuka dan menutup beberapa kali seperti kebiasaannya, sebelum dia benar-benar tersadar dari tidur pulasnya sambil sesekali meringis. Mata Sherly seketika membeliak saat menyadari sebuah telapak tangan hangat bertengger manis di atas permukaan perutnya yang rata dan tanpa terlapisi sehelai benang pun. Pupil matanya kian terbuka melebar saat punggungnya yang polos juga menempel pada d**a hangat tanpa pelapis kain tersebut. Otaknya langsung berpikir cepat, kemudian menghubungkan antara nyeri dan ngilu yang dirasakan paha

