Ia langsung menoleh dengan panik, tubuhnya bersiap bergerak ke arah Tiara. Tapi perempuan itu justru menepuk-nepuk lututnya sendiri, panik dan setengah tertawa. “Astaga! Ada cicak! Di dalam mobil! Di bawah kakiku!” Abimana mematung. Butuh beberapa detik untuk otaknya mencerna bahwa bukan tembakan, bukan serangan, bukan ledakan yang membuat istrinya berteriak begitu... tapi seekor cicak sialan. Abimana menghela napas panjang, wajahnya campur aduk antara kesal dan lega. “Kamu hampir bikin saya lompat keluar mobil.” Tiara menunduk sambil meringis, wajahnya merah padam. “Maaf... refleks. Tapi itu cicak beneran, loh. Kamu kira aku bohong?” Abimana menatapnya tajam. “Kalau kamu bisa teriak seperti itu karena cicak, saya jadi ragu kamu siap melihat dunia saya.” Tiara cemberut. “Tapi aku be

