Ketakutan Abimana, Keberanian Tiara

1381 Words

Cinta yang menyakitkan. Cinta yang dipendam dalam-dalam dan berubah menjadi luka yang disembunyikan dengan senjata dan darah. Tatapan Milka sesekali melirik Safira, dan di sana, Tiara melihatnya. Kekaguman. Ketakjuban. Rasa memiliki yang tidak pernah diakui secara verbal. Tapi Safira, Safira tidak melihat Milka sebagai seseorang. Hanya sebagai alat. b***k setia. Mesin eksekusi yang bisa diaktifkan kapan pun ia mau. Tiara melangkah pelan ke depan, tetap berdiri di balik perlindungan Abimana, tapi matanya kini menatap Safira dengan sorot yang tajam dan tidak gentar. “Aku tidak tahu seberapa jauh kamu bermain dalam kegelapan,” ucap Tiara tenang. “Tapi satu hal yang aku tahu dia mencintaimu.” Semua membeku. Milka mendongak, matanya melebar. Safira hanya diam, tetapi sorot matanya berubah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD