Pertanyaan Yang Membuat Membeku

1081 Words

Taksi melaju di antara padatnya lalu lintas sore. Tiara duduk di kursi belakang dengan pandangan kosong menatap keluar jendela. Suara klakson bersahut-sahutan, tapi pikirannya jauh dari hiruk pikuk jalanan. Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya. Tidur denganku, Bima. Tiara menahan napas, rahangnya mengeras, tangannya mengepal di pangkuan. “b******k,” gumamnya pelan. Supir taksi melirik lewat spion. “Ibu tadi bilang apa?” Tiara cepat-cepat menggeleng. “Nggak, Pak. Saya lagi ngobrol sama diri sendiri.” Ia menatap bayangan dirinya di kaca. Wajahnya merah padam antara marah dan malu. Ia tak tahu bagian mana yang lebih menyesakkan, mendengar wanita itu menggoda Abimana dengan terang-terangan, atau fakta bahwa Abimana hanya diam dan tidak menegurnya dengan keras. “Kalau beneran mantan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD