Drama Korea, Mafia Nyata di Sebelahku

1466 Words

Udara di ruang bawah tanah terasa berat. Lampu neon tunggal menggantung di langit-langit, mengayun pelan karena kipas besar di sudut ruangan yang berputar lambat. Di tengah ruangan itu, Safira duduk dengan kaki dirantai ke lantai. Tubuhnya masih berbalut gaun hitam malam pesta kemarin, namun kini terlihat lusuh. Rambut panjangnya tergerai acak, pipinya sedikit memar akibat perlawanan saat pertama ditangkap. Ketika pintu terbuka, langkah berat Abimana menggema. "Sudah bangun?" tanya Abimana dengan nada dingin. Safira mengangkat wajah. Tatapannya tajam, lalu sebuah senyum sinis melengkung di bibirnya. "Kurasa aku cukup penting sampai kau sendiri yang datang. Atau istrimu tidak cukup membuatmu puas, Bima?" Abimana berhenti tepat di hadapan wanita itu. "Jangan panggil aku dengan nama itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD