Matahari pagi menembus tirai kamar dengan cahaya keemasan. Tiara terbangun perlahan, tubuhnya masih terasa berat karena semalam ia tertidur dalam gendongan Abimana. Saat membuka mata, ia mendapati suaminya sudah berdiri di depan lemari pakaian, mengenakan kemeja hitam yang membuat bahunya terlihat semakin tegap. “Mas udah bangun dari kapan?” tanya Tiara sambil duduk di ranjang, suaranya masih serak. “Cukup lama,” jawab Abimana sambil menoleh sebentar. “Hari ini kita harus bersiap lebih awal.” Tiara menguap kecil. “Bersiap ke mana?” “Ke pesta pernikahan Tuan Matteo,” jawabnya santai sambil menutup lemari. “Kamu lupa?” Tiara langsung terlonjak bangun. “Oh iya, yang kamu bilang semalam. Tapi aku belum tahu harus pakai baju apa.” “Makanya kita akan memilih sekarang.” Beberapa menit kemu

