Mobil hitam berhenti perlahan di depan gerbang rumah. Malam itu langit tampak kelam, hanya sedikit cahaya lampu jalan yang memantul di permukaan mobil. Tiara menatap halaman yang sunyi, mengira mereka akan langsung masuk dan beristirahat. Namun begitu mobil berhenti, Abimana mendapati seseorang berdiri di depan pintu rumah. Sosok wanita berambut panjang dengan mantel hitam dan sepatu tinggi. Tatapannya tidak menantang, tapi jelas ia datang bukan tanpa alasan. Abimana mematikan mesin, lalu berkata tenang, “Tetap di dalam mobil.” Tiara menatapnya bingung. “Siapa itu?” “Masuklah ke rumah. Sekarang.” Nada suaranya datar, tapi tegas. Tiara mengenal nada itu. Ia tahu Abimana sedang menahan sesuatu. Ia membuka pintu perlahan, namun enggan benar-benar menjauh. “Aku masuk kalau kamu janji ngga

