Juliana bergegas mengambil tisu, pura-pura panik. “Maaf banget, aku benar-benar tidak sengaja. Aduh, pasti lengket banget di gaunmu.” Brengsek nih perempuan! Dia sengaja numpahin minum, kan. Bikin gue lengah, lalu dia bakalan eksekusi laki gue! Kebaca banget polanya! Tapi kenapa Mas Abi juga asal minum aja, sih! Ngeselin banget, kenapa nggak waspada sama sekali!!! Tiara menggeleng pelan, menahan amarah. Ia tahu benar, ini bukan sekadar kecelakaan. Namun, Abimana melangkah mendekat, suaranya datar dan penuh wibawa. Seolah-olah tidak ada tanda bahwa Abimana curiga dengan Juliana, apa kejadian Juliana mengaku sebagai kenalan dekat Abimana kemarin tak cukup jadi pelajaran, batin Tiara kesal, tapi ia menahan diri. Itu acara besar, dan ini tentang perusahaan Narendra Tama, dia tak mau menghan

