Videotron

2347 Words

** “Mama, aku mau es krim.” Viona memandang anaknya yang tengah menatap ke arah pusat perbelanjaan yang mereka lewati. “Nanti aja ya, sayang. Beli es krim di minimarket aja.” Bujuk Viona. “Nggak mau, Mama. Rasanya beda. Aku mau ada yang tingkat tiga.” kekeh Dhio. “Tapi, sayang—” “Dhio mau kesana?” Biantara yang sedang menyetir, mengisyaratkan kepada bangunan besar di samping mereka. Mereka bisa leluasa melakukan itu karena di depan pusat perbelanjaan yang mereka lewati cukup padat. “Mau, Pa. Es krim yang di mall lebih enak. Aku juga mau beli pizza.” “Pizza ada di jalan sana, sayang. Nggak harus di mall.” Viona masih berusaha memberi pengertian. “Nggak mau. Es krimnya nggak ada. Aku nggak suka es krim yang disana. Cepat leleh, Ma.” Entah, Dhio mendapatkan pikiran dari mana. Tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD