Rumit

2653 Words

Biantara memutar tubuhnya. Dia mengeraskan rahangnya, menatap orang tua yang sudah melahirkannya itu. “Mama benar-benar nggak punya hati.” Biantara sama sekali tidak berteriak. Suaranya cenderung lirih, menggeram dan bergetar. “Harusnya kamu senang, Bi. Mama mau menampung anak haram kalian itu.” Biantara mengangguk penuh arti. “Kalau Mama nggak tulus ingin merawat Dhio, lebih baik tidak usah saja. Mama akan aku beri cucu dari menantu Mama yang lain, yang sangat Mama banggakan itu. Tapi, nanti setelah menantu kesayangan Mama siap punya anak.” “Angel jelas siap punya anak, Bi. Kamu saja yang menunda-nunda. Kamu nggak sayang sama Angel.” Biantara menggelengkan kepalanya tak percaya. “Sebenarnya, Mama dikasih apa sih sama Angel?” Biantara mengedikkan dagunya pongah. “Mama bahkan nggak bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD