Setelah pulang dari rumah sakit aku hanya berdiam diri dikamar . Pasalnya dirumah sakit tadi , tiba tiba orang tua Aina datang dan mengusir ku .
" kenapa kamu datang kesini , bocah s***n , cepat pergi sebelum aku panggil satpam buat seret kamu " ucap mama Aina sedikit menekan
" Adam cuma ingin jenguk Aina Tante , tolong izinin Adam buat jenguk Aina" aku memohon dengan sangat , berharap Tante siska akan ngizinin aku untuk bertemu Aina sekali lagi
" please Adam , pergi !! Tante ngk ingin ribut , Tante blm bisa ngizinin kamu ketemu Aina , kamu ngk pernah merasakan apa yang Tante rasakan dam , setiap lihat kamu Tante selalu teringat dengan kecelakaan yang mnimpa Aina " Tante Siska memohon dengan mata berkaca-kaca
" maaf Tante maaf , karena Adam aina seperti itu , Adam permisi tante " ucapku seraya berlalu .
*****
sepanjang perjalanan pulang aku tidak berhenti memikirkan perkataan tante Siska , bagaimana bisa hubungan kita menjadi serengang ini naa . Dulu kita dekat bagai prangko , tidak ada yang bisa memisahkan kedekatan kita , tak jarang juga Tante siska menyebut ku dengan calon mantu , karena dulu aku selalu ingin menjadi suami untuk aina , tanpa mengerti apa arti dari kata suami . Aku ingin seperti mama dan papa yang selalu bersama , kata mama kalau ingin selalu bersama dengan orang yang kita sayang maka kita harus menikah .