Hari Terindah

1211 Words

Sambil tersenyum lebar, seorang balita berdasi kupu-kupu melempar bunga dari keranjang kecilnya. Setelah maju satu langkah, ia mengulangi gerakan itu dan tertawa kencang. "Mamamama ..." ocehnya sambil menatap wanita cantik di tepi karpet. Telunjuknya meruncing ke arah kelopak bunga di dekat sepatu mungilnya. "Benar. Kau hebat, Pangeran Kecil. Lakukan terus seperti itu sampai ke ujung sana," ujar sang ibu sambil menunjuk ke arah Adam. Memahami perintah itu, sang balita kembali memasukkan tangan ke dalam keranjang. Setelah menggenggam lebih banyak, ia melompat dan melempar dengan sekuat tenaga. Kelopak bunga pun berjatuhan menimpa kepala dan wajahnya. "Astaga .... Mengapa Cayden Evans sangat menggemaskan? Aku ingin membungkus dan membawanya pulang," ujar Freja sembari mengepalkan ked

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD