Dengan mahir Munos menggendong Abi yang baru saja menangis, saat malam menjelang. Sepulang kantor, Munos menyempatkan diri mampir ke rumah Fani, hendak menjenguk cintanya, juga Abi, yang saat ini juga telah mencuri hatinya. Entah sejak kapan, mungkin saat masih di dalam perut sang ibu, Munos sudah jatuh hati dengan sang bayi tampan. Bahkan sang bayi seakan mengenal Munos dengan baik, saat mendengar suaranya saja, maka bayi di dalam perut ibunya itu bergerak dengan sangat lincah, mengingat itu Munos tersenyum gembira. Munos masih menimang-nimang Abi yang mulai terlelap, sedangkan Fani saat ini tengah duduk di sofa menahan kantuk. Sedari pagi, Abi terus terjaga, hanya menyusui dan menyusu lagi, padahal malam hari, Abi juga membuat Fani bergadang semalaman. "Tidurlah Bu, biar saya yang ge

