19. Fani Melahirkan

1797 Words

"Kalau Bapak bicara seperti itu lagi, sebaiknya kita tidak perlu bertemu lagi!" ucap Fani ketus sambil memandang jalanan, menghindari tatapan Munos yang terkadang menggoyahkan imannya. "Jangan begitu, Bu." Munos akhirnya mengalah. "Jangan panggil saya ibu!" "Kenapa?" "Bukankah kamu calon ibu?" "Aneh kalau itu keluar dari mulut bapak!" Fani bersungut manyun. Munos malah merasa wajah manyun itu sangat menggemaskan. "Trus kenapa kamu manggil saya bapak?" Munos kembali bertanya dengan tatapan gemasnya. "Karena memang dari awal saya manggilnya bapak." "Kalau gitu biar saya manggil kamu ibu, baru pas!" "Kecuali kalau kamu ganti panggilan saya menjadi 'sayang'," lanjut Munos sambil menggoda Fani. "Ngaco!" "Udah ah saya mau pulang!" Fani sudah berdiri dari duduknya. "Aaauuu..." per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD