16. Pertemuan Penuh Haru

1158 Words

"Ya Allah, ternyata benar ini kamu Nak, wanginya sama, wangi minyak kayu putih. Terimakasih ya Allah, di sisa usiaku yang tak lama lagi, Engkau kembalikan menantuku," isak Bu Sundari, air matanya deras mengalir, pelukannya begitu erat kepada Fani. Pak Karim yang menyaksikan ikut meneteskan air mata, begitu juga Munos dan Tiyan, mereka terharu. Begitu besar kerinduan dan cinta Bu Sundari kepada Fani, wanita yang pernah menjadi menantunya. Bu Sundari merenggangkan pelukannya, menatap Fani dengan seksama, menyentuh lembut pipi Fani. "Ya Allah cantiknya menantuku," puji Bu Sundari menatap Fani dengan berbinar. Khimar yang dipakai Fani sangat pas di wajahnya. Fani tersenyum lalu menunduk malu, pandangannya beralih kepada Pak Karim. "Pa," panggil Fani, lalu menghampiri Pak Karim dan menci

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD