15. Pertemuan Fani dan Bu Sundari

1127 Words

Di sinilah Fani dan Tiyan sekarang, di dalam pesawat kelas bisnis dari Malang menuju Jakarta. Tiyan dan Fani yang belum pernah naik pesawat sama sekali, merasa sedikit aneh, namun mereka menyembunyikan kekhawatirannya. Munos yang duduk di kursi penumpang samping mereka memperhatikannya dengan senyum kecil. "Ade masih takut?" bisik Tiyan pada Fani. "Ndak Mas, Ade sudah ga papa, cuma ade ga suka tatapan Munos yang tajam seperti itu!" Fani sekilas melirik Munos tatapan mereka beradu. Fani membuang pandangan kepada suaminya. "Yah, cuma mandang tak apa De, mungkin Pak Munos masih ada rasa sama ade,"ucap Tiyan menggoda. "Ih, ogah amit-amit, kalau ga karena mama Sundari sakit, ade juga ga mau ke Jakarta Mas, terlalu banyak luka di Jakarta," sahut Fani sendu. "Ya sudah masih ada waktu seteng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD