BATAS YANG RUNTUH

676 Words

Dunia tidak lagi terasa aman. Bukan karena perang. Bukan karena bencana. Tapi karena sesuatu… mulai menyelinap di balik realitas. Setelah kejadian di Menara Data, laporan mulai berdatangan dari seluruh dunia. Di Singapura, seorang pria berbicara dengan dua suara sekaligus. Di New York, bayangan seseorang bergerak lebih lambat dari tubuhnya. Di Kairo, seorang wanita melihat “versi lain” dari dirinya berdiri di cermin… dan tersenyum lebih dulu. Dan semuanya— memiliki satu kesamaan. Pola. Di Menara Data— Raven berdiri di depan layar utama. Wajahnya lebih tenang. Tapi matanya… lebih tajam. "Mereka tidak menyerang," katanya. Lyssa mengangguk pelan. "Mereka belajar." Grafik di layar menunjukkan peningkatan aktivitas yang tidak normal. Bukan lonjakan besar. Tapi konstan. Sepe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD