
Bagi Vienna Olly, pernikahan bukanlah sekadar kontrak, tapi kepercayaan. Namun, saat ia mendapati Kavi Sano berkhianat dengan masa lalunya, dunia Vienna runtuh seketika. Tanpa drama dan air mata di depan pria itu, Vienna memilih pergi membawa luka paling dalam, beserta rahasia yang ia sembunyikan rapat-rapat: sepotong nyawa yang mulai berdenyut di rahimnya.
Empat tahun berselang, takdir menyeret Kavi kembali ke hadapannya. Kavi, sang arsitek dingin yang dulu menyia-nyiakannya, kini tertegun menemukan sosok bocah laki-laki dengan tatapan mata yang serupa cermin baginya. Di sisi lain, Vienna bukan lagi wanita penurut yang bisa ia kendalikan, ia adalah ibu tunggal yang membangun benteng tinggi di sekeliling hatinya.
Saat Kavi mulai mengemis pengampunan, sebuah kenyataan pahit menghantam, sang putra membutuhkan pengorbanan besar yang hanya bisa diberikan oleh ayah biologisnya. Di antara ego yang menjulang dan nyawa anak yang dipertaruhkan, mampukah Vienna memaafkan aroma pengkhianatan yang masih menyesakkan d**a? Ataukah kata "cerai" tetap menjadi kesepakatan terakhir mereka?
