Aku tau pasti sulit jika ada di posisi Sita. Apa tuh istilahnya, bagai makan buah simalakama. Dimakan, bapak mati. Nggak dimakan, ibu yang mati. Ah, entahlah … siapa sih yang bikin peribahasa itu? Kenapa juga harus Sitaku yang cocok dengan istilah itu. Sampai-sampai hampir saja dia membuat keputusan super konyol dengan memilih putus denganku. Nggak akan aku kabulkan! Emang mau banget lihat aku jadi nggak waras karena kehilangan dia? Baru juga jadi pasangan uwu selama enam bulan. Tega banget kalau sampai putus karena hal yang sebenarnya masih bisa dicarikan jalan keluar. Shila dan perasaannya memang mengganggu sekali buatku, tapi masih bisa diatasi tanpa harus mematahkan hati milik orang lain lain lagi kok. “Nanti pulang jam dua lagi kan?” tanyaku saat menghentikan mobil tak jauh dari pin

