bc

Aksara Hijrah Yang Belum Usai

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
age gap
tragedy
sweet
bxg
serious
genius
witty
hackers
campus
office/work place
small town
like
intro-logo
Blurb

📖 Aksara Hijrah yang Belum Usai

Kalea telah membuang segala kepahitan, menukarnya dengan kesucian di balik lipatan kerudung. Ia yakin, ia sudah mengubur masa lalu dan memenangkan pertempuran batin. Namun, ia keliru. Ia baru menyadari, perjuangan terberat bukanlah mencari pintu hidayah, melainkan berdiri tegak di ambangnya ketika godaan terbesar datang menyapa.

Di tengah kesendirian dan upayanya mempertahankan diri, hadir Kai.Kai adalah anugerah yang terasa begitu ajaib. Ia tenang, berkarisma, dan melihat Kalea tanpa sedikit pun menghakimi bayang-bayang masa lalunya. Pria itu adalah definisi kesempurnaan di mata Kalea, sebuah sandaran yang selama ini ia dambakan. Sayangnya, di antara rasa nyaman dan getaran cinta yang membuncah, ada satu dinding kokoh yang memisahkan mereka: Iman.

Kini Kalea bimbang, mengapa ujian hijrah yang ia lewati bertambah sulit, seolah Tuhan sengaja menempatkan ia dan Kai pada takdir yang mustahil?Hati kecilnya menjerit. Ia takut kehilangan satu-satunya keindahan yang datang setelah badai.

Namun, badai apapun yang menerpa, Kalea tak akan menyerah. Ia tahu harga dari janji suci yang telah ia ukir. Ia memilih berpegangan erat pada akidahnya, meskipun itu berarti ia harus melepaskan Kai, dan menanggung kembali sunyi yang lebih menyakitkan dari sebelumnya.

Kalea harus menentukan, apakah ia sanggup menuliskan babak penutupnya dengan air mata keikhlasan, demi menjaga cintanya yang abadi, ataukah ia akan membiarkan takdir memaksanya memilih jalan yang paling benar, dengan konsekuensi kehilangan hati yang paling ia damba?

chap-preview
Free preview
00-Halaman Baru
Aku berdiri di depan cermin. Hanya aku, dan perempuan asing di hadapanku. Jilbab ini bukan hanya kain. Ia adalah tanda tangan perpisahan yang kuberikan pada hidupku yang dulu—hidup yang penuh kebisingan dan kekosongan. ​Orang-orang di luar sana—mereka melihat aku sudah selesai. Mereka pikir, aku sudah sampai pada bab penutup yang bahagia, setelah melalui serangkaian drama pertobatan. Ah, andai saja mereka tahu. Hijrah bukan epilog, melainkan prolog yang paling menakutkanin. Ekspetasi orang yang berlebihan tentangku, padahal aku sendiri...masih se berantakan itu. ​Aku kembali ke meja, tempat di mana puluhan draf cerita fiksi pernah lahir. Tapi kali ini, aku akan menulis kisahku sendiri. Sebuah buku catatan bersampul tebal, dengan halaman-halaman yang masih putih bersih,.Melihatnya saja membuatku gemetar. ​Aku takut mengotorinya. Aku takut ceritanya akan sama menyakitkannya. ​“Aksara hijrah ini… sungguh dimulai,” gumamku lirih, hampir tak terdengar. ​Tinta pertama kutorehkan, terasa dingin. Aku mengakui, aku rindu betapa ringannya berpura-pura dulu. Sekarang, setiap langkah menuntut kejujuran total, menuntut pengakuan yang pilu. Semalam, aku mendengar lagi bisikan-bisikan itu, meragukan ketulusanku. Bahkan terkadang, aku meragukannya sendiri. ​Aku memejamkan mata, memohon. ​Tuhan, aku ingin kembali ke dalam dekapan nya Engkau.... ​Aku tahu, aku sudah merobek halaman-halaman itu hingga hancur. Tapi kenapa, ya Tuhan, kenapa proses menjahit lembaran baru ini terasa jauh lebih sakit? Aku butuh Engkau menjaga hati yang sangat rapuh ini. Sebab, mempertahankan ikrar ini adalah ujian yang melampaui segala fiksi yang pernah kutulis. ​Pena itu berhenti. Aku hanya bisa berharap, bahwa saat nanti badai tak terduga—seperti kehadiran sosok yang sempurna—datang sebagai plot twist, aku tidak akan pernah lupa siapa Editor sejati dari novel hidupku ini.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

TERNODA

read
199.3K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook