Jelita mulai memperhatikan kalau ada dua tukang mulai bekerja di rumah Ibu Ajeng. Ia kemudian mengunjungi tempat ibu kosnya itu untuk melihat situasi di lantai dua. "Jangan kaget," Ajeng tersenyum. "Lantai dua itu berantakan sekali. Sebetulnya, dulu saat anak anak tidur di lantai atas. "Tapi sejak anak ibu yang pertama pindah ke luar negeri, si bungsu memutuskan pindah ke kamar bawah sebelum akhirnya pindah ke Kalimantan. Jadinya bertahun tahun tidak pernah ada yang menginjakkan kaki di lantai dua kecuali untuk mencari barang. "Jadinya lantai ini berdebu dan berantakan, bahkan perabot dan beberapa bagian sudah mulai lapuk," jelasnya. Ajeng dan Jelita naik perlahan menyusuri tangga. "A... Apa ibu dengan sengaja membereskan ini karena saya?" Jelita langsung merasa tidak enak hati.

