Taksi berhenti tepat di depan sebuah gerbang tinggi berukir elegan. Dari luar, rumah itu memang tampak seperti istana kecil, megah, dan berdiri gagah dengan pilar-pilar putih yang menjulang. Ada yang berbeda dalam penglihatan Elisa kalau rumput halaman rumah sudah tampak berfig dan rapi tidak seperti saat dirinya pertama kali datang. Supir membantu menurunkan koper Elisa sebelum kembali masuk ke mobil dan melaju pergi. Elisa berdiri sebentar, mengamati bangunan itu dengan alis terangkat. “Anak ini … rumah segede ini, tapi jarang pulang,” gumamnya sambil mendengkus kecil. Dia menekan kode di keypad pintu gerbang, dan gerbang terbuka perlahan. Langkahnya masuk dengan pelan, tetapi begitu memutar gagang pintu utama dan masuk ke dalam. Suasana berubah drastis. Rumah itu sunyi. Sangat sun

