Suasana gedung pesta pernikahan itu begitu semarak malam itu, gemerlap lampu kristal yang menggantung di langit-langit membuat kesan mewah terlihat di sana. Alunan musik lembut mengiringi tawa para tamu yang datang silih berganti. Zahiyyah melangkah pelan di sisi Aziz, mengenakan dress panjang berwarna krem lembut yang dipadukan dengan kerudung senada. Meskipun dari luar tampak tenang, di dalam dadanya ada gumpalan perasaan tak nyaman yang sulit dijelaskan. Begitu mereka memasuki aula, aroma bunga mawar segar menyambut, disusul oleh beberapa wajah keluarga yang tersenyum hangat. “Zahiyyah, Aziz! Akhirnya datang juga,” seru salah satu bibi mereka sambil menepuk lembut bahu Aziz. Seolah tak ada retak di antara keduanya, semua orang menyapa penuh keramahan. Zahiyyah hanya menunduk sopa

