36

1027 Words

Shasa memandang sinis kearah Pian di saat anaknya Rangga berlari meninggalkan mereka menuju kamarnya yang memang berada di lantai bawah. Tanpa kata, Shasa mengejar anaknya yang sudah mengeluarkan isak tangisnya karena barusan di bentak oleh papanya dengan nada yang sangat keras. Sedangkan Daniel, ia ikut melangkah lebar mengikuti Shasa dari belakang, tapi tubuh tegapnya di hadang oleh Pian. "Kamu pikir akan kemana?"sinis Pian tajam sambil mencengkram kuat bahu tegap Daniel dengan tangan kanannya. "Apa urusanmu? Aku bebas memasuki, dan menjelajahi rumah ini. Aku sudah mendapat ijin dari tante. Aku mau membujuk Rangga"Ucap Daniel acuh tak acuh. Pian terdiam telak. Ia tidak ada apa-apanya di depan mamanya, ucapan mamanya perintah mutlak. Sialan! "Dan, tolong. Lepaskan tanganmu dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD