35

884 Words

Shasa membuang pandangannya kearah lain, di saat Celia dengan manja ingin di suap oleh suaminya. Dengan kursi roda yang di dorong oleh perawatnya, Celia telah duduk manis di atas kursi roda di depan pintu rumah dengan wajah yang tidak sepucat, dan lemas seperti kemarin. Wajahnya terlihat berseri-seri dengan senyum yang lebar, menyambut Shasa yang membuka pintu di hari yang masih pagi buta. Shasa sama sekali tidak ingin memandang kearah suaminya yang terlihat telaten menyuapkan bubur khusus yang harus di makan Celia. Shasa saja tidak pernah di suap seperti itu, pernah, sih, tapi masih bisa di hitung dengan jari. "Papa...tadi Rangga minta di suapin, nggak mau. Nolak, padahal Rangga pengen manja sama papa. Mumpung hari minggu."Ucap Rangga bersungut di samping Shasa dengan kedua tangan y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD