Bab 30

1463 Words
Setelah pertemuan terakhir di rumah Sarah, sikap Derris sedikit mulai berubah pada Hana. Ia mulai jarang mengunjungi Hana ke kelasnya, menghubungi Hana pun hanya seperlunya bahkan kadang Derris sama sekali tidak menghubungi Hana. Melihat kondisi Sarah di depan matanya sendiri, membuat Derris sadar bahwa ia harus lebih memperhatikan dan meluangkan waktunya lebih banyak untuk Sarah. Karena Sarah sangat membutuhkan seseorang yang dapat menyemangatinya agar dapat bisa segera sembuh. Mama Sarah yang jarang pulang ke rumah membuat Derris harus selalu datang mengunjungi Sarah untuk melihat kondisinya. Rumah yang berukuran cukup besar itu hanya di tinggali oleh Sarah seorang diri dan membuatnya selalu kesepian. "Kamu mau makan apa?" tanya Derris yang sedang duduk santai di ruang tengah rumah Sarah. Sudah menjadi rutinitas Derris selama beberapa hari ini datang ke rumah Sarah dan memasakan sesuatu untuknya. "Apa saja terserah." sahut Sarah. Derris mengangguk lalu meminta izin pada Sarah untuk memakai dapurnya sebentar. Derris berjalan pelan menuju dapur, ia lalu mengeluarkan bahan-bahan seadanya yang berada di dalam kulkas untuk bahan pelengkap membuat nasi goreng. Nasi goreng yang di masak Derris hampir jadi, ia mematikan kompor dan mengambil piring yang telah di simpannya di dekat kompor. Gerakannya terhenti ketika Derris merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Derris menyimpan piring di tempatnya kembali lalu memegang kedua tangan Sarah dan mencoba melepaskannya. Namun Sarah malah semakin mengeratkan pelukannya dan menempelkan kepalanya di punggung Derris. "Aku mohon jangan seperti ini." pinta Derris sambil terus mencoba melepaskan pelukan Sarah. "Derris, aku masih sangat menyukaimu. Apakah kita tidak bisa kembali seperti dulu?" kata Sarah. "Sarah." panggil Derris dengan suara rendah. Pelukan Sarah mulai melonggar, Derris melepaskan tangan Sarah dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membalikan badannya mengahadap Sarah. Ia menunduk dan menatap Sarah yang tingginya hanya sebatas dadanya, "Aku tidak bisa." gumam Derris. Sarah berjinjit lalu memegang kedua pipi Derris. "Kamu bisa memutuskan hubunganmu dengan Hana. Lalu kita kembali bersama seperti dulu." kata Sarah. "kamu tau bukan hubungan kita sangat baik dulu." tambahnya dengan suara rendah. Mendengar nama Hana di sebut, hati Derris mencelos, Derris sangat merindukan Hana. Namun karena kebodohannya ia malah menjauhi Hana demi Sarah. Sarah mendekatkan wajahnya pada Derris yang kini menatapnya dengan pandangan kosong, ia lalu mencoba untuk mencium bibir Derris. Namun hanya tinggal beberapa senti bibir mereka bersentuhan, Derris langsung memalingkan wajahnya ke arah kanan. Derris melepaskan tangan Sarah yang memegang kedua pipinya dan mendorong Sarah dengan pelan. "Nasi gorengnya sudah jadi. Sebaiknya kamu tunggu di meja makan." Derris tersenyum kecil lalu membalikan badannya. Ia mulai memasukan nasi goreng yang telah jadi ke dalam piring. "Apakah kamu tidak mau kembali padaku?" tanya Sarah. Derris menghela nafas lalu membalikan badannya menghadap Sarah. "Maaf aku tidak bisa." "Aku pikir setelah semua yang kita lakukan bersama hampir satu minggu ini ada artinya untukmu." kata Sarah setengah menjerit. "Maaf, aku membantumu hanya sebatas seorang teman." ujar Derris. "sepertinya hari mulai petang, aku pamit ya." Derris menyimpan piring berisi nasi goreng di dekat kompor lalu berjalan keluar dari rumah Sarah. *** "Maaf sepertinya beberapa hari ke depan aku akan mulai sibuk jadi jangan menungguku. Hana." setelah mengucapkan kata-kata itu Derris langsung pergi meninggalkan Hana yang telah menunggu lama di depan kelasnya Hana menatap kosong langit kamarnya. Pikirannya terus melayang pada perkataan Derris dua hari yang lalu. Sangat jelas terlihat oleh Hana bahwa Derris sedang menghindarinya. Setiap Hana mengunjungi Derris ke kelasnya, ia selalu tidak ada. Derris pun kini tidak pernah datang ke kelas Hana seperti biasanya. Entah apa yang membuat Derris menjadi berubah, namun yang pasti Hana telah mencurigai Sarah yang menjadi dalang dari semua ini Hana duduk di halte bis sendirian. Ia sengaja datang lebih pagi agar dapat berangkat ke sekolah bersama Derris. Hana terus melirik jam di tangannya lalu kembali memainkan ponselnya. Tak lama Derris muncul berjalan perlahan ke arah halte. Derris terlonjak kaget melihat Hana yang duduk di halte bis sangat pagi. Padahal beberapa hari ini Derris sengaja berangkat ke sekolah lebih pagi agar tidak bertemu dengan Hana. Namun Hana malah menunggunya di halte. Derris tersenyum canggung dan memilih duduk agak jauh dari Hana. Hana memperhatikan Derris yang kini menjadi sedikit pendiam. "Kamu tidak menyapaku?" tanya Hana. Derris melirik sekilas. "Oh ah selamat pagi Hana." ucap Derris terbata. "Kamu.." "Bisnya sudah datang." sela Derris cepat lalu mengajak Hana menaiki bis tersebut. Hana mendesah, lalu bangkit berdiri dan berjalan mengekor di belakang Derris. Sepanjang perjalanan menuju sekolah Derris terus diam dan menatap keluar kaca bis. Hana yang semula ingin bertanya, mengurungkan niatnya ketika melihat Derris yang sedikitpun terlihat tidak ingin berbicara dengannya dan terus memalingkan wajahnya. "Aku duluan." ucap Derris pada Hana setelah mereka sampai di gerbang sekolah. Derris langsung berjalan cepat dan meninggalkan Hana. "Derris si***n. Apa susahnya sih berjalan ke kelas bersama." Hana mengusap wajahnya dengan kesal lalu berjalan pelan menuju kelasnya. Rian yang melihat gelagat Derris kini yang sangat berbeda, akhirnya menghampiri Hana ke kelasnya tanpa sepengetahuan Derris. Istirahat pertama Derris selalu langsung pergi melarikan diri dari Hana. Derris pun kini jarang mengajak Rian berbicara, entah hal apa yang membuat Derris sampai bisa berubah dalam sekejap. Rian memasuki kelas Hana yang tidak terlalu ramai. Ia menyuruh Hana untuk mengikutinya ke koridor yang mengarah ke toilet untuk mengajaknya berbicara sebentar. Hana yang memang perlu bantuan Rian akhirnya mengikutinya tanpa banyak bertanya. "Derris berubah." kata Rian setelah mereka bedua sampai di koridor yang cukup sepi. Hana hanya mengangguk pelan. "dan kau tau siapa penyebabnya?" Hana mengangguk kembali. "Aku hanya bisa mencurigainya tapi belum bisa membuktikannya." gumam Hana. Rian berdehem. "Derris terlalu mudah percaya dan merasa kasihan pada seseorang. Makanya Sarah mulai mendekatinya lagi." Hana mengernyit. "Apa maksudnya?" tanya Hana tidak mengerti. Rian mengehembuskan nafas pelan. "Aku akan menceritakan masa lalu. Tapi setelah mendengar cerita ini berpura-puralah tidak mengetahuinya." Hana mengangguk kembali. Dua tahun yang lalu Rian, Derris, Sarah dan juga Niken merupakan siswa dari sekolahan yang sama. Mereka bertiga memasuki kelas yang sama, kecuali Sarah. Kelas mereka hanya terhalang satu kelas. Sarah selalu mengunjungi Niken yang merupakan sahabat baiknya. Setiap memasuki kelas, Sarah selalu memperhatikan Rian dan Derris yang selalu mengobrol di depan kelas. Sarah mulai meminta bantuan Niken untuk mendekati Rian. Namun Rian yang pada dasarnya tidak tertarik dengan menjalin sebuah hubungan langsung menolaknya. Sarah yang tidak mengenal kata pantang menyerah. Akhirnya berpindah mendekati Derris. Derris yang yang pada dasarnya polos menerima niat Sarah dengan baik. Meskipun Derris salah mengartikan maksud Sarah yang mendekatinya. Hampir dua minggu Sarah melakukan pendekatan dengan Derris. Namun Derris sama sekali belum menyatakan cintanya pada Sarah. Sarah yang kesal akhirnya memutuskan untuk meyatakan cintanya terlebih dahulu. Derris yang tiba-tiba menerima pernyataan cinta dari Sarah merasa bingung harus menjawab apa akhirnya ia memutuskan untuk menjauhi Sarah. Sarah yang sudah kepalang malu, terus mendekati dan membujuk Derris agar menerima cintanya. Derris yang merasa kasihan pada Sarah akhirnya menerima pernyataan cinta Sarah. Satu minggu hubungan mereka berjalan dengan baik. Namun pada minggu selanjutnya, Sarah mulai banyak mengatur pada Derris dengan alasan 'karena cinta'. Sarah mulai membatasi pertemanan Derris dengan teman wanitanya, bahkan menyuruh Derris menghapus semua nomor telpon teman wanita di kontaknya. Sarah mulai banyak meminta di belikan barang-barang oleh Derris. Ia pun selalu mengajak Derris untuk liburan bersama memakai uang tabungan Derris. Hidup Derris mulai kacau, tabungannya terkuras habis hingga ia sampai di marahi oleh ibunya karena menjadi boros. Jadwal lesnya pun terbengkalai, karena Sarah selalu meminta Derris untuk menemaninya jalan-jalan. Sarah yang bermulut manis mampu menipu mata semua orang. Yang terlihat dari luar adalah Derris yang sangat memanjakan Sarah. Namun pada kenyataannya, Sarah yang selalu memaksa Derris untuk memenuhi semua keinginannya. Derris hanya menurut dan tanpa protes atas semua perlakuan Sarah. Rian yang melihat sahabatnya berubah, mulai mencari tahu penyebabnya. Tanpa sengaja Rian memergoki Sarah yang sedang berbicara dengan Niken sambil menjelek-jelekan Derris. Ia mengatakan bahwa Derris sangat bodoh karena mau saja di tipu oleh Sarah yang tidak menyukainya. Sarah pun mengatakan bahwa Derris yang selalu mengejar-ngejar Sarah tanpa malu. Rian yang marah karena sahabatnya di jelek-jelekan tanpa bukti, akhirnya memarahi dan membentak Sarah . Ia pun menyuruh Sarah untuk segera memutuskan hubungannya dengan Derris. Rian pun menyuruh Sarah untuk menjauhi Derris. Rian yang pada saat itu di kenal sebagai anak yang terkenal nakal, membuat Sarah ketakutan. Karena bisa saja Rian nekat melakukan suatu hal yang dapat membahayakannya. Akhirnya Sarah hanya menurut dan memutuskan Derris tanpa alasan yang jelas. Selang tak berapa lama Rian mendengar kabar bahwa Sarah pindah sekolah keluar kota. Tidak ada seorang pun yang mengetahui alasan Sarah pindah sekolah. Namun yang terpenting adalah Sarah yang sudah menjauh dari Derris. "Jadi selama ini Derris hanya di permainkan oleh Sarah." kata Rian di akhir ceritanya. "wanita s**l itu tidak tahu malu, jadi datang kembali dan memanfaatkan kebaikan Derris." Hana terdiam mencerna semua informasi yang baru saja di dengarnya. "Aku butuh bantuanmu. Agar bisa menyadarkan si bodoh Derris kembali." kata Rian sambil mengusap dagunya. "Bantuan seperti apa?" tanya Hana penasaran. Rian hanya tersenyum misterius pada Hana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD