“Selamat kepada para Spieler yang telah melewati Zona survival sebelumnya! ”
Sebuah suara yang begitu menggelegar terdengar memenuhi ruangan tanpa tau dari mana asalnya, tiba-tiba sebuah layar proyeksi yang cukup besar muncul dan menjadi satu-satunya penerangan di ruangan yang gelap ini. Para peserta terdiam menyaksikan layar proyeksi itu juga termasuk aku tentunya, terdapat gambar seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam dengan topeng yang menyelubungi seluruh kepala dan terdapat huruf X besar yang ada di bagian wajah topeng itu.
“Mungkin kebanyakan dari kalian sudah bisa menebak siapa aku namun untuk lebih menjaga tatakrama ku maka aku akan kembali memperkenalkan diri kembali,”
“Aku adalah Game Master! Orang yang menyelenggarakan game kecil sebelumnya”
Benar sekali, ini adalah suara dari orang yang menyebutkan bahwa dirinya adalah Game Master. Aku baru menyadarinya setelah mendengar kembali suaranya dan begitu pula orang-orang yang berada di party ku, entah apa maksud dari semua ini namun ku rasa ia akan mengatakannya kepada kami sebentar lagi.
“Game Survival sebelumnya hanyalah sebuah cara untukku untuk membedakan mana manusia yang benar-benar sampah dengan manusia yang memiliki keinginan hidup yang tinggi, kebanyakan dari kalian disini memiliki alasan yang sama untuk mengikuti Game ini yaitu uang!”
Buku kuduk ku tergidik saat ia mengatakan hal itu yang mana benar adanya, orang-orang yang ada di sekitar ku pun juga menundukkan kepalanya menandakan bahwa mereka memang memiliki alasan yang sama seperti ku. Namun tentunya aku merasa bahwa tujuan ku yang sebenarnya bukan hanya uang sahaja melainkan sudah merasakan muak pada dunia karena sistem yang juga membuat ku ingin muntah, rasa kemanusiaan yang sudah memudar dan keadilan yang juga semakin samar juga membuat ku tak ingin berlama-lama berada disana.
“Sebagai Game Master aku sadar bahwa resiko yang kalian tanggung pada game sebelumnya sangatlah tinggi namun aku bisa menjanjikan berapapun uang yang kalian minta sebagai hadiah atas lolosnya kalian kesini,”
Game Master mengatakan hal itu dengan mudahnya yang mana membuat para peserta yang lolos kembali bersemangat dan melupakan kejadian yang mungkin membahayakan nyawa mereka sebelumnya, seperti biasanya manusia adalah makhluk yang serakah sehingga membuat mereka lupa akan bahaya yang mungkin akan merenggut nyawa mereka.
“Tapi... Apalah arti uang jika kalian hanya akan kembali kepada ke kehidupan kalian sebelumnya. Maka dari itu tak perlu bertele-tele lagi aku akan mengatakan tujuan ku yang sebenarnya mengadakan Game ini!”
Tiba-tiba seketika muncul sebuah layar notifikasi seperti yang ada saat aku bermain game, layar itu menunjukkan seluruh statistik yang ada di dalam tubuh ku dengan acuan angka. Semua orang termasuk aku kaget saat munculnya layar ini karena hal ini merupakan suatu hal asing yang sama sekali tak ku ketahui keberadaannya, namun aku berusaha untuk tetap tenang karena pastinya Game Master akan memberitahukan hal ini untuk mencegah kepanikan pada setiap peserta.
“Sebuah layar yang ada di hadapan kalian saat ini bernama layar Status! Ini adalah sistem yang aku ciptakan untuk di gunakan di dalam dunia ku, The Seed Of Life!”
Aku berpikir bahwa semua yang dikatakannya saat ini hanyalah sebuah gurauan belaka namun mengingat bahwa Monster yang ada di zona sebelumnya juga perpindahan tempat yang tak masuk akal membuat ku sadar bahwa ia memang memiliki kekuatan seperti itu.
“Di dalam layar itu kalian bisa mengetahui Stat, level, HP, EXP, MP serta skill yang kalian miliki. Namun kalian hanya bisa menggunakan semua itu jika kalian masuk ke dalam dunia ku, jika tidak makan kalian tak akan bisa menggunakannya.”
Di sini aku sadar bahwa secara tidak langsung Game Master mengajak kami semua masuk ke dalam dunia yang ia buat, memiliki kekuatan fantasi yang sebelumnya tak pernah ada memiliki godaan tersendiri namun hadiah uang yang di tawarkan juga merupakan suatu hal yang tak boleh di lewatkan. Namun kembali lagi dengan pemikiran ku sebelumnya yang membuat ku sedikit enggan untuk kembali ke dunia busuk itu, namun dunia yang di tawarkan oleh Game Master ini pun juga belum jelas sehingga aku masih merasa ragu untuk pergi ke sana.
“Aku tak mengharuskan kalian untuk pergi ke dunia yang aku buat, aku juga memperbolehkan kalian untuk kembali ke dunia kalian sebelumnya dan menjalani kehidupan kalian seperti sebelumnya.”
“Namun jika kalian pergi ke dunia ku maka kalian tak akan bisa kembali lagi ke dunia kalian sebelumnya, sebaliknya jika kalian memutuskan untuk kembali ke dunia kalian masing-masing maka aku tak akan mengganggu kalian dan tak akan ada kesempatan kedua untuk kembali ke sini. Karena semuanya sudah jelas maka aku memberi kalian waktu 4 minggu untuk memutuskan dan jika kalian belum memutuskan untuk pergi kemana setelah itu maka secara otomatis kalian akan di lemparkan ke dunia ku dengan paksa!”
Dengan seketika layar proyeksi yang ada menghilangkan cahayanya dan menghilang di tengah keramaian para peserta yang masih tak paham atas kata-kata nya barusan, meskipun semua yang di katakan sudah jelas barusan namun tetap saja masih ada orang yang tak mengerti dan malah berteriak-teriak meminta penjelasan.
“Hei apa maksud mu itu!?”
“Setelah kau hampir membunuh kami dan kau hanya memberi penjelasan sesederhana itu?”
“Keluarlah kesini b******n!”
Begitu banyak teriakan dan u*****n kasar yang di lontarkan oleh para peserta setelah menghilangnya layar barusan, tiba-tiba lampu kembali di hidupkan dan keadaan ruangan saat ini kembali terang benderang. Seseorang yang memakai setelan Butler berada di tengah para peserta dan menatap ramah semua peserta yang ada.
“Tolong tenanglah dan tanyakan kepada kami apa yang Spieler tidak mengerti,” ucap orang itu dengan ramah.
Meskipun mengeluarkan kata-kata dengan ramah namun mata ku seperti bisa melihat bahwa dari tubuhnya mengeluarkan aura ungu yang menandakan bahaya, penglihatan seperti ini kudapatkan setelah bangun dari tidur hari ini yang mana mungkin ini juga ulah dari Game Master.
“Hey b******n! Suruh keluar Game Master itu dan buat ia bertanggungjawab atas apa yang ia lakukan pada teman ku, makhluk yang ada di zona sebelumnya membuat salah satu teman ku mati dan memakan salah satu lengan dari teman ku yang lain.”
Bentak seorang pria berbadan besar dengan penuh tato yang tak terima akan kerugian yang di dapatkan oleh temannya.
“Jaga bicara mu!” ucap orang yang mengenakan setelan Butler.
“Tak ada yang memaksa kalian untuk mengikuti game ini, ingatlah bahwa kalian yang memohon pada kami! Tutup mulut mu sekarang atau aku akan membuat kau merasakan apa itu neraka” tambahnya.
Aura bahaya yang di pancarkan semakin besar dan mendominasi sehingga orang yang angkat bicara barusan pun melangkah mundur dan menutup mulutnya.
“Karena tak ada lagi yang di tanyakan maka aku akan menjelaskan apa saja yang ada di dalam zona ini!