Buktikan Sendiri!

1402 Words

Viola membuka matanya secara perlahan. Mata yang oval itu mengerjap beberapa kali, untuk mencoba menetralkan pandangannya yang sedikit buram. Ia juga masih merasa sedikit pusing saat membuka kedua matanya. Dengan perlahan, gadis itu mencoba untuk duduk. Ia sedikit meringis menahan sakit pada tangan kanannya, bekas terjatuh kemarin malam. Viola segera meraba tangan kanannya yang terasa sakit saat digerakkan. Matanya membesar saat melihat tangannya sendiri. Balutan perban yang cukup besar melingkar pada tangannya. Detik selanjutnya ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Hingga gadis itu menyadari bahwa ia tidak sedang berada di rumah. Seperti ingatan terakhirnya. Ia pulang kerumah orang tuanya sendiri sendiri yang diantarkan Nuri. Tapi sekarang? "Rumah sakit? Ya Tuhanku …,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD