18. Jangan m***m

2355 Words

Keesokan paginya, Lyssa bangun dengan kepala berdentum-dentum. Sakit sekali. Sudah begitu, matanya juga terasa bengkak. Anak-Anak dan yang lain sudah tidak ada di tenda. Lyssa membuka kelambu, rupanya hari sudah benar-benar siang. Dengan rambut yang kusut masai, Lyssa mengambil peralatan mandinya. Di bumi perkemahan, hari ini sangat ramai. Suara tawa anak kecil, tawa anak remaja, orang dewasa. Semua menjadi satu. “Nyoya, sarapan dulu,” bilang Dian. “Ya.” Ditemani Dian, Lyssa makan sedikit. Sekalian minum obat lalu pergi mandi. “Di mana anak-anak?” tanya Lyssa. Selesai mandi, badanya terasa fresh. Meski matanya masih terasa sembab. “Tadi pamit mau belajar naik sepeda,” jawab Dian. “Memang Yuda sama Raja sudah bisa naik sepeda?” “Oh itu, tadi pagi ada orang ngantar pesanan Pak Evan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD