32. Tugas Kuliah Lyssa

2240 Words

Rainier gemas mencubit hidung istrinya. “Nggak boleh ngomong gitu,” kata Rainier. “Nggak boleh ngomong apa?” tanya Lyssa. “Nggak boleh ngomong aku make cewek lain gitu. Pamali.” Langsung deh Lyssa sewot. “Kenapa memang? Sayang kepikiran buat make cewe lain?” Rainier gemas memutar mata. “Nggak pernah aku tuh, nggak pernah aku mikir kayak gitu.” Pemuda itu meraih istrinya, ganti yang meninabobo. “Ayo tidur. Sudah malam,” ajak Rainier, ia kecupi kepala istrinya. “Hmph. Awas saja sampai deket-deket cewek lain.” “Iya.. Nggak akan kok.” “Pokoknya, kalau lagi pengen, atau tiba-tiba pengen, langsung pulang, Mas. Cari aku!” kata Lyssa masih. “Iya..” Rainier lembut membelai punggung istrinya, “Maaf ya?” katanya. “Untuk apa minta maaf?” Lyssa sebal melihat suaminya. “Karena sudah buat kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD