‘Flashback dua bulan yang lalu.’ Saat awal Lyssa bilang ingin ikut kejuaraan piano internasional, Rainier sih iya iya saja, tapi begitu realita mulai menyapa, Rainier baru panik. “Tiga hari di Australia? Sendirian??” “Enggak sendirian, sama Dian kan? Aku juga nggak tiga hari sih, cuman nginep semalam aja, tapi ditambah perjalanan jadi tiga harian.” Rainier gupuh menahan lengan istrinya, “Yang, Sayang gak bisa gini dong. Terus aku gimana? Anak-Anak gimana?” Lyssa melihat sekeliling. Suasana kantor sibuk seperti biasa, tapi Lyssa bisa lihat, pandangan kepo para karyawan yang berusaha mencuri lihat dan mencuri dengar. Lyssa melihat jam tangannya, “Waktunya jemput anak-anak, aku harus pergi.” “Tidak. Kita bicara dulu.” “Alvin,” panggil Rainier. Alvin yang sedang diskusi di sofa dekat

