“Oh. Okay.” Rainier mengangkat lagi kedua anaknya ke dalam gendongan, mendekat ke istrinya. Rombongan tim make up dan lain-lain mengikut, mengikuti arahan fotografer. “Kenapa tidak dipakai mahkotanya?” tanya Rainir. “Malu,” jawab Lyssa dengan pipi memerah. Karena tertutup make up, Rainier si manusia bucin harus memajukan badannya ke depan wajah Lyssa pas untuk bisa melihat semburat merah di pipi istrinya. Setelah lihat baru puas. “Kenapa harus malu? Cantik banget kok,” katanya. “Jangan bohong.” “Aku nggak bohong.” Pipi Lyssa semakin merah menahan malu. Bagamana tidak, dia saat ini mengenakan pakaian historik milik Princess Diana, dan di kampus Yale yang ramai ini, tentu saja ada banyak yang kepo melihatnya. Entah karena tahu yang Lyssa pakai adalah pakaian historik, atau karena mur

