“Bantu lepasin bajuku, Mas. Sesak banget,” kata Lyssa. Rainier mengunci pintu dulu. Dia yang sejak awal melihat istrinya mengenakan dress ketat tersebut sudah ingin membenamkan wajah di d**a istrinya pun melakukan yang dia mau. Dia benamkan wajahnya di d**a lembut istrinya. Tangannya di belakang mencari-cari, menarik resleting dress ke bawah. ‘Mmuah. Mmuah.’ Suara kecupan bertubi-tubi dari Rainier di d**a mulus istrinya. Rainier harus berhenti dulu, melihat ke belakang istrinya untuk membuka simpul tali kroset. “Sekencang ini?” gumam Rainier. “Ya. Sudah lihat kan kenapa dadaku bisa nyembul sampai ke atas.” Rainier terkekeh. Semacam kasihan pada istrinya. Pemuda itu kembali ke depan, sembari merenggangkan tali satu per satu, memperhatikan d**a istrinya yang perlahan lolos dari jeratan

