“Ha..” Lyssa mengembuskan napas lega. Rainier ternyata yang mengirip pesan. “Aku pikir...” gumamnya. Evan yang duduk di sebelah, mengintip saat Lyssa penuh sukacita membalas pesan suaminya. “Kapan Rainier pulang?” tanya Evan basa-basi. “Besok atau lusa mungkin,” jawab Lyssa. Dia masih bersukacita berbalas pesan dengan Rainier kala tiba-tiba ada panggilan masuk. Bagai kentang panas, Lyssa melempar handphone-nya, secepat dia melempar handphone, secepat itu pula dia menangkap kembali handphone-nya. “Ada apa?’ tanya Evan urgen. “Sstt,” balas Lyssa tanpa melihat Evan. Di layar telfonnya, tulisan “Tante Ratih memanggil” tertera besar-besar. “Jangan panik, jangan panik,” ujar Lyssa merapal mantra, mengambil napas dalam-dalam sebelum mengangkat telepon video call tersebut. “I-Iya, Tante?”

