Menutup pintu, Rainier bersandar di mobil, ia peluk istrinya di sebelah. Berhubung Lyssa adalah peserta, Lyssa dapat area parkir di luar. Taman luas di tengah kota, dengan gedung orkestra berdiri di tengah-tengah. Panas mentari tak menghalangi pasangan yang tengah dimabuk rindu. Lyssa lupa kalau dia harusnya gugup, malah ceria mengecupi pipi suaminya. “Sayang, aku sayang banget sama kamu,” goda Lyssa ceria. “Heh,” dengus Rainier, menahan senyum kala dia mengeluarkan kacamata hitam dari saku. Bergaya bak model, dia pakai kacamatanya. “Unch.. Ganteng banget sih, Ayang..” Senyum Rainier kian lebar, menunduk melihat istrinya. “Setelah aku perhatikan lagi, sepertinya istriku makin cantik deh,” goda Rainier. “Iya?” “Iya.” “Hehehe. Memang sih aku cantik. Bentar, tasku masih di mobil.” M

