Rainier sang pengagum, bahagia menggendong istrinya berkeliling Yale; bersama para calon wisudawan dan tamu-tamu lain yang masih bahagia menikmati indahnya taman-taman dan gedung-gedung klasik Yale, juga dinginnya angin sore kota New Haven. “Mas, ayo duduk di sana,” ujar Lyssa, menunjuk taman kecil dekat jembatan yang tidak terlalu ramai. “Siap, Sayang,” jawab Rainier. Pemuda itu berhati-hati saat menurnkan Lyssa dari punggungnya. Keduanya duduk berdampingan di rumput taman, sementara Lyssa kembali celingukan memotret semuanya sepuas hati. Rainier pakaikan dulu blazer luarannya untuk Lyssa, dia tutupkan di bagian kaki Lyssa yang tak tertutup kain. “Biar nggak dingin,” katanya. “Terima kasih.” “Sama-Sama.” Rainier bahagia merebahkan diri di rumput taman, menggunakan tangan kirinya un

