“Rainier!” “Daddy!” Rainier menoleh, menemukan keluarga kecilnya duduk di dekat layar tancap. “Sudah lama atau baru sampai?” tanya Rainier. Pemuda itu mengambil Yuda, mendudukkannya di pangkuan. Maklum saja, setiap wisudawan hanya mendapat empat tiket duduk untuk tamu. “Lumayan. Sepuluh atau lima belas menitan mungkin,” balas Randy. Rainier mengangguk. Kakak keduanya sepertinya benar-benar dalam mood relaks. Wajah Randy tak sedingin biasanya, kalimat-kalimatnya pun lumayan panjang dibanding hari biasa. “Daddy, Mommy di mana?” tanya Yuda. Rainier mengecup pipi putra sulungnya. “Masih di perjalanan, nanti kalau sudah mau datang Papa kasih tahu.” “Yay!” jawab bocah itu senang. Randy yang melihat Rainier mencium pipi Yuda ikutan, mengambil Raja yang duduk di kursi sebelah ke pangkuann

